Haid Tidak Teratur, Normal Tidak Ya?

Posted in Artikel

Siklus menstruasi antara satu wanita dan wanita lainnya kemungkinan berbeda. Normalnya, siklus haid terjadi dalam 21-35 hari, terhitung sejak hari pertama menstruasi. Namun, hingga saat ini masih banyak wanita yang bingung atau bahkan belum mengetahui seperti apa haid yang normal. Tak sedikit juga yang khawatir soal haid tidak teratur. Apakah tanggal haid yang berubah-ubah berarti haid tidak normal? Normalkah nyeri saat menstruasi? Yuk, kita bahas satu per satu!

Cek Frekuensi Haid

Normalnya, frekuensi haid antara bulan satu ke bulan berikutnya berjarak mulai dari 21-35 hari. Jika kamu belum pasti berapa hari jarak antara haid dari bulan ke bulan, ikuti cara tradisional dengan kalender.

Tandailah tanggal di kalender pada hari pertama haid. Lalu, pada hari pertama haid di bulan berikutnya, tandai lagi. Hitunglah jarak hari dari haid di bulan sebelumnya sampai hari pertama haid bulan ini. Jika masih dalam rentang 21-35 hari, frekuensi haid mu aman.

Ciri haid tidak teratur salah satunya frekuensi jarak dari bulan ke bulan berbeda. Misalnya, di satu bulan berjarak 28 hari tapi di bulan lain berjarak 29 hari. Jika kamu sering mengalami itu, mungkin bingung menghitung berapa frekuensi haid tiap bulan. Tips dari Hello Sehat, kamu bisa menghitungnya dengan cara mencatat siklus mens sebanyak 6 bulan berturut-turut kemudian bagi rata-ratanya. Hasilnya adalah patokan siklus menstruasi.

Cek Durasi Haid

Meskipun setiap wanita mengalami durasi haid yang tak selalu sama, ada durasi normal, yakni 3-7 hari lamanya. Waspada apabila haid berlangsung lebih dari 7 hari karena bisa jadi ada gangguan yang perlu diperiksa.

Cek Volume Darah Haid

Umumnya, wanita mengeluarkan darah haid total 30-40 ml per bulan. Namun, ada juga yang mengeluarkan lebih dari 60 ml. Kondisi ini terbilang abnormal atau disebut menoragia.

Kondisi menoragia menyebabkan wanita mengganti pembalut hampir setiap jam. Karena banyak volume darah yang dikeluarkan, tubuh jadi kehilangan zat besi. Padahal, tanpa zat besi yang cukup, jumlah sel darah merah akan berkurang sehingga menyebabkan anemia. Jika kamu mengalami kondisi ini, sebaiknya konsultasikan kepada dokter.

Jika Menstruasi Melambat atau Berhenti (Amenorea)

Amenorea merupakan kondisi saat wanita berhenti mengalami haid atau bisa juga dialami oleh anak perempuan usia 15 tahun yang belum juga haid. Umumnya, amenorea terjadi secara natural pada usia 50-an tahun. Nah, yang perlu diwaspadai, jika amenorea dialami sebelum usia 40 tahun. Ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan kondisi itu, antara lain:

  • Bunda sedang hamil
  • Olahraga terlalu sering atau terlalu berat
  • Gangguan pola makan
  • Sedang dalam masa menyusui, obesitas, konsumsipil KB, dan gangguan keseimbangan hormon lain.

Jika Sakit Saat Menstruasi (Dismenorea)

Sakit saat menstruasi dialami banyak wanita, apakah kamu juga?

Kebanyakan wanita mengalami nyeri saat menstruasi sehingga mencegah beraktivitas. Nyeri merupakan proses normal akibat kontraksi otot rahim yang dipicu oleh hormon prostaglandin. Jika kontraksi terlalu kuat, bisa menekan pembuluh darah di dekatnya sehingga membatasi level oksigen di rahim. Level oksigen yang rendah ini bisa menyebabkan kram perut dan rasa sakit.

Perlu diperhatikan jika nyeri yang dialami berlebihan atau disebut dismenore. Namun, untuk memastikan penyebab nyeri yang berlebihan itu, dokter akan menyarankan tes dan pemeriksaan lanjutan.

Siklus menstruasi menjadi faktor perhatian dalam usaha kamu yang ingin hamil atau menunda hamil. Dalam setiap siklus menstruasi, terjadi masa subur dan ovulasi yang tepat untuk melakukan pembuahan. Mendeteksi masa subur bisa jadi “pil KB alami” yang membantumu mengontrol kehamilan.

Selain memastikan kehamilan dengan alat tes kehamilan, kamu bisa mencoba cara cepat hamil dengan Ovutest. Ovutest Femometer merupakan alat pendeteksi masa subur yang berguna untuk memastikan kedatangan masa ovulasi. Cara menggunakan Ovutest pun mudah.

Pertama, kamu harus mengunduh aplikasi masa subur Femometer dari App Store atau Google Play di smartphone-mu. Letakkan Femometer di bawah lidah sampai bunyi 3 kali. Sambungkan aplikasi Femometer dengan Ovutest melalui bluetooth. Selanjutnya, aplikasi akan menganalisis suhu basal tubuhmu secara akurat. Nah, dari sini kamu bisa tahu kapan masa ovulasi berdasarkan suhu basal itu.

Apa itu suhu basal? Jika kamu belum tahu, suhu basal merupakan suhu terendah tubuh selama tidur. Karena itu, ukur suhu basal segera setelah bangun tidur ya.

Femometer akan mencatat siklus menstruasi mu sehingga kamu tidak perlu catatan manual untuk mengetahui masa ovulasi. Saat ini Ovutest Femometer tersedia di toko online. Cari tahu dulu selengkapnya yuk tentang alat ini di www.femometer.co.id.

There are no comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart