Tunda Kehamilan dengan KB Alami, Siapa Takut?

Posted in Artikel

Tidak semua pasangan yang telah menikah memiliki keinginan untuk langsung menjalankan program kehamilan. Berbagai alasan seperti masih belum siapnya mental, belum tercukupinya kebutuhan finansial, hubungan yang terjalin bersifat jarak jauh, adanya kondisi yang mengharuskan untuk menunda kehamilan seperti sakit, adalah beberapa sebab pasangan yang sudah menikah memutuskan untuk “nanti saja dulu kita punya anak”.

Lalu, apa yang mereka lakukan supaya kehamilan tersebut bisa ditunda? Ada yang memilih untuk menggunakan alat kontrasepsi yang dicanangkan oleh pemerintah melalui pil KB, spiral, dan KB suntik. Ada Pula yang memilih untuk menggunakan KB alami, tanpa menggunakan alat atau pun bahan kimia. Ada apa sajakah KB alami tersebut?

  • Kondom. Alat pencegah kehamilan ini jadi salah satu opsi murah bagi para pasangan yang ingin menunda kehamilan itu terjadi.
  • Kondom berfungsi sebagai pelindung yang mencegah masuknya sel sperma untuk membuahi sel telur pada saat berhubungan seksual. Aktivitas menyusui atau disebut juga sebagai metode amenore laktasi. Metode ini tergolong sebagai KB alami sebab para Bunda yang sedang melakukan aktivitas ini akan terhenti siklus menstruasinya. Apalagi bagi para Bunda yang memberikan ASI eksklusif, siklus menstruasi ini akan terjadi lagi usai aktivitas menyusui tidak lagi dilakukan. Siklus menstruasi yang terhenti biasanya terjadi selama 6 bulan pada masa awal menyusui.
  • Tidak berhubungan seksual selama calon Bunda sedang masa subur. Masa subur merupakan masa di mana wanita mengalami proses ovulasi atau pelepasan sel telur yang sudah matang. Untuk mengetahui terjadinya masa subur, calon Bunda bisa melakukan beberapa cara. Pertama, menghitung kalender subur dan mencatat siklus menstruasi. Jika dilihat-lihat, penghitungan kalender subur ini susah-susah gampang saat dipraktekkan. Apalagi jika siklus menstruasi sempat tidak teratur seperti biasanya. Calon Bunda harus siap dengan kemungkinan seperti jadwal menstruasi yang tidak pasti. Kedua, mengukur suhu basal tubuh. Kenaikan suhu basal tubuh yang terjadi pada saat calon Bunda baru bangun tidur menjadi salah satu indikator terjadinya masa subur calon Bunda. Pengukuran suhu basal tubuh dapat dilakukan dengan Ovutest Femometer. Ovutest Femometer ini dimasukkan ke bagian bawah lidah hingga terdengar bunyi beep 3 kali, lalu hasil pengukuran suhu tersebut akan diunggah melalui bluetooth ke aplikasi Ovutest Femometer Fertility Tracker yang sudah diunduh oleh calon Bunda melalui App Store ataupun Play Store. Tak hanya sekedar mengetahui kapan masa subur terjadi, melalui pengukuran suhu basal tubuh ini, juga bisa digunakan untuk mengetahui dan mencatat siklus menstruasi, serta memprediksi gejala PMS yang akan dialami. Jadi, calon Bunda tidak perlu khawatir dan bingung dengan segala hal tentang masa subur itu karena sudah dijelaskan dengan rinci di dalam aplikasi Ovutest Femometer Fertility Tracker. Untuk para calon Bunda yang mungkin sibuk dengan segala aktivitasnya, Ovutest Femometer Fertility Tracker membantu calon Bunda mengenal lebih dalam tentang kesuburan tanpa perlu repot.
  • Kunyit. Salah satu jenis tanaman rempah ini menjadi salah satu KB alami yang dipercaya mampu menghentikan proses kehamilan terjadi ini dimanfaatkan dengan cara dipanggang selama 2-3 menit lalu ditumbuk sampai halus. Hasil parutan kemudian ditambahkan garam sebanyak ¼ sendok teh kemudian ditambahkan air. Aduk hingga merata, lalu saring. Ramuan ini bisa diminum oleh calon Bunda seminggu sekali.

Beberapa opsi KB alami tersebut bisa menjadi acuan bagi para pasangan yang hendak menunda proses kehamilan terjadi. Meski dibutuhkan komitmen tinggi dalam penerapannya supaya proses penundaan kehamilan berjalan sesuai tujuan, KB alami masih menjadi pilihan masyarakat karena tidak menimbulkan dampak negatif terhadap tubuh, lebih murah, dan yang paling penting mudah dimanfaatkan di mana saja.

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart